Halaman Arsip 2

01
Jul
11

Tulisan Berikutnya

Semua kesungguhan akan menjumpai hasilnya

Ini bukan kata mutiara, namun itulah kenyataannya

Setiap orang akan mendapatkan apa yang diusahakan dengan sepenuh kesungguhan

Kadang kita mengalami peristiwa hidup tidak seperti yang kita inginkan, bisa jadi salah satu penyebabnya adalah kurangnya kesungguhan dalam menggapainya

Kita terlalu santai, atau pasrah sebelum bekerja keras mencapai cita-cita

(Cahyadi Takariawan)

17
Jun
11

Kapan terakhir kali menitikkan air mata???

“Tidak ada mata berderai kecuali di belakangnya ada hati (yang hidup).” (Ali bin abi Tahlib ra)

Rasulullah bersabda “Tidak akan masuk neraka laki-laki yang menangis karena takut kepada Allah, hingga air susu bias kembali ke kambingnya.” (HR. Tirmidzi)

Sungguh air mata yang menetes karena takut kepada Allah adalah obat dan kesembuhan bagi jiwa. Menangis adalah ungkapan hati yang bersih. Dia adalah bahasa yang tidak dikanali kecuali orang-orang yang memiliki hati bercahaya. Dia adalah keberkahan yang dimiliki seorang yang beriman, dan keselamatan bagi orang-orang yang punya rasa takut akan kebesaran Rabbnya.

Tertahannya air mata karena :

1.   Tertahan karena jauh dari sisi Allah SWT

Tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan dari Allah, pada hari dimana tidak ada naungan kecuali naungan-Nya…dan laki-laki yang menyebut Allah dalam kesendiriannya lalu berlinanglah air matanya.” (HR. Bukahri dan Muslim)

2.  Tertahan karena jarang bersentuhan dengan Al-Qur’an

Rasulullah SAW bersabda “Sesungguhnya hati itu bias berkarat sebagaimana besi berkarat.” Sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah SAW apakah pembersihnya?” beliau menjawab, “Mengingat mati dan banyak membaca Al-Qur’an.”

Ibnu Mas’ud berkata “Carilah hatimu dalam tiga tempat : ketika mendengarkan Al-Qur’an, dalam majelis-majelis dzikir, dan di saat-saat kesendirian. Jika kamu tidak mendapatinya di tempat-tempat itu, maka mintalah kepada Allah untuk dianugerahi karena sesungguhnya kamu tidak memiliki hati.”

Aisyah ra menambahkan kisah lain tentang ayahnya itu, “Ketika Rasulullah SAW sakit dengan penyakit yang membawa kepada kematian beliau, Bilal dating dan meminta izin agar beliau mau memimpin shalat. Lalu beliau bersabda, “Suruhlah Abu Bakar, hendaklah dia yang memimpin shalat.” Aku berkata, “Sesungguhnya Abu Bakar adalah laki-l;aki yang gampang bersedih.” “Abu Bakar adalah laki-laki yang gampang menangis. Dia tidak dapat menahan air matanya jika membaca Al-Qur’an. Jika ia berdiri di tempatmu, ia akan menangis dan tidak sanggup membaca (ayat-ayat Al-Qur’an)”. (HR. Bukhari dan Muslim)

3.  Tertahan karena terlalu banyak tawa dan canda

Tertawa, bagi seorang mukmin yang shalih, bukanlah sesuatu yang iab. Ketaatan tidak menghalangi siapapun untuk tertawa. Siapapun boleh tertawa. Sebab Rasulullah SAW, manusia paling mulia itu pun, tertawa dan bersenda gurau dengan sahabat-sahabat beliau.

Tertawa dan canda tidak dilarang. Tapi tidak disukai jika berlebihan. Kata Rasulullah SAW, banyak tertawa dapat melenyapkan fungsi hati, mengubahnya dari hidup menjadi mati, merusak sensitifitasnya menjadi jumud, dan karena itu mata tak mampu untuk menangis

4.  Tertahan karena lupa akan kematian dan hari kiamat

Hidup ini pasti akan berhenti hanya pada satu titik : kematian. Dan perjalanan ini pun pasti akan berujung pada satu pemberhentian : hari kahirta. Karena memnag tak ada yang abadi di dunia ini kecuali Sang Pencipta, dan tak ada satu manusia pun kecuali akan dibangkitkan kembali seperti keadaannya semula.

Ketika Rasulullah SAW mendapati putra tercintanya, Ibrahim, meninggal beliau pun menangis. Anas bin Malik ra berkata, “kami bersama Rasulullah SAW mendatangi Abu Saif yang (istrinya) telah mengasuh dan menyusi Ibrahin (putra Nabi SAW). Lalu Rasulullah SAW mengambil Ibrahim dan menciumnya. Kemudian setelah itu, pada kesempatan yang lain kami mengunjunginya sedangkan Ibrahim telah meninggal. Hal ini menyebabkan kedua mata Rasulullah SAW berlinang air mata. Lalu berkatalah Abdurrahman bin Auf ra kepada Beliau, “Mengapa engkau menangis, wahai Rasulullah (padahal engkau melarang kami)?” Beliau menjawab, “Wahai Ibnu Auf, sesungguhnya ini adalah rahmat (tangisan kasih sayang).” “Kedua mata boleh mencucurkan air mata, hati boleh bersedih, hanya kita tidaklah mengatakan kecuali apa yang diridhai oleh Rabb kita. Dan kami, dengan perpisahan ini wahai Ibrahim pastilah bersedih.” (HR. Bukhari dan Muslim)

5.  Tertahan karena pergaulan yang tidak baik

Hati yang keras itu disebabkan oleh empat hal yang jika kamu melakukannya melampaui kebutuhan : makan, tidur, berbicara dan bergaul dengan orang-orang yang tidak baik.

Rasulullah SAW menegaskan bahwa seseorang itu tergantung agama teman dekatnya. Maka hendaklah setiap orang melihat dengan siapa dia bergaul dan bersahabat. (HR. Ahmad)

“Kapan saja engkau melihat dirimu lari dari ketaatan kepada-Nya menuju ketaatan kepada makhluk, atau dari menyendiri bersama Allah berpindah kepada menyendiri bersama yang lain, ketahuilah bahwa engkau tidak cocok bersahabat dengan orang itu.” (Ibnu Qayyim)

6.  Tertahan karena tidak khusyu’ dalam do’a

Hilangnya kekhusyu’an dalam do’a menjadi sebab hilangnya kekhusyu’an. Dan hilangnya kekhusyu’an pasti menjadi sebab hilangnya tangis dan linangan air mata. Rasulullah SAW berdo’a kepad Allah, memohon perlindungan dari hati yang tidak bias khusyu’. Mata memiliki hubungan yang erat dengan hati. Kebiasaan seorang menitikkan air mata karena ia memiliki hati yang perasa, sensitive dan gampang terpengaruh.

Zaid bin Arqam berkata, “Aku tidak mengatakan kepada kalian kecuali seperti apa yang dikatakan Rasulullah SAW. Beliau berdo’a, “Ya Allah ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan kemalasan, ketakutan, kekikiran, kepikunan, dan siksa kubur. Ya Allah ya Tuhanku, berikanlah ketakwaan kepada jiwaku, sucikanlah ia, sesungguhnya Engkaulah sebaik-baik Dzat yang dapat mensucikannya, Engkaulah yang menguasai dan yang menjaganya. Ya Allah ya Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak berguna, hati yang tidak khusyu’, diri yang tidak pernah puas, dan do’a yang tidak terkabulkan.” (HR. Muslim)

 

***Tarbawi edisi 235

14
Jun
11

DIDIKLAH LIDAHMU…!

 “Hai orang-orang yang beriman, takwalah kamu kepada Allah dan ucapkan kata-kata yang benar. Allah akan memperbaiki perbuatanmu dan akan memaafkan dosa-dosamu, siapapun yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya, dialah orang yang betul-betul beruntung (QS. Al-Ahzab : 70-71).

1.  Lebih baik dari sedekah,  “Perkataan yang indah dan permintaan maaf, jauh lebih baik dari sedekah yang diiringi cercaan. Allah Maha Karya lagi Maha Penyantun.” (QS. Al-Baqarah : 263)

2.  Sarana masuk surga,  Rasulullah SAW bersabda “Barang siapa yang dapat menjamin untukkua pa yang ada diantara dua dagunya (lisan) dan apa yang ada di antara kedua kakinya (kemaluan) maka aku menjamin untuknya surga.” (HR. Bukhari)

3.  Mendatangkan keridhaan Allah,  Rasulullah bersabda “Sesungguhnya seseorang mengucapkan perkataan yang diridhai Allah SWT yang mana dia tidak pernah menyangka perkataannya itu akan menyebabkan dampak yang baik, yang karenanya Allah akan menulis keridhaan-Nya baginya sampai pada hari dia menemui-Nya.” (HR. Malik, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

4.  Menunjukkan tingkat keimanan seseorang,  Rasulullah bersabda “Tidak akan lurus iman seorang hamba sehingga lurus hatinya, dan tidak akan lurus hatinya sehingga lurus lisannya. Dan seseorang tidak akan masuk surga apabila tetangganya tidak merasa aman dari kejahatan lisannya.” (HR. Imam Ahmad)

5.  Mengikuti teladan Rasulullah

 

20 bahaya lisan yang harus ditinggalkan manusia

1.   Berbicara sesuatu yang tidak perlu

2.  Berbicara berlebihan

3.  Melibatkan diri dalam pembicaraan yang bathil

4.  Berbantahan dan perdebatan

5.  Pertengkaran

6.  Menekan ucapan

7.  Berkata keji, jorok dan caci maki

8.  Menyanjung

9.  Kutukan

10. Nyanyian dan syair yang di dalamnya terdapat ungkapan yang buruk

11. Adu domba

12. Senda gurau

13. Perkataan yang berlidah dua

14. Ejekan dan cemoohan

15. Menyebarkan rahasia

16. Melibatkan diri secara bodoh pada beberapa pengetahuan dan pertanyaan yang menyulitkan

17. Janji palsu

18. Berbohong

19. Bergunjing

20. Kurang cermat dalam berbicara (asal bunyi)

 

“Ya Allah, tolonglah aku sehingga aku bisa membaca kitab-Mu (Al-Qur’an) dan bisa banyak mengingat-Mu, teguhkanlah aku dengan kata-kata yang kukuh di dunia dan di akhirat.”

Rasulullah SAW bersabda “Perumapamaan teman yang shalih dengan yang buruk itu seperti penjual minyak wangi dan pandai tukang besi. Berteman dengan penjual minyak wangi  akan membuatmu harum karena kamu bisa membeli minyak wangi darinya atau sekurang-kurangnya mencium bau wanginya. Sementara berteman dengan pandai besi akar membakar badan dan bajumu atau kamu hanya akan mendapatkan bau tidak sedap.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Pandai-pandai memilih teman, walaupun penampilannya sama seperti kita, misalnya memakai kerudung tetapi kalau sehari-hari senangnya bergunjing, mencemooh, tentu bukan pilihan TEMAN yang baik.

13
Jun
11

bismillah..

Pertemuan yang menakutkan,
selalu menyembunyikan hadiah-hadiah terbaik.
Maka…
Tetapkanlah siapa yang bernilai bagimu
tapi yang pertemuan dengannya sangat kamu takuti.
Lalu temuilah dia.
Dan keajaiban mudah-mudahan diturunkan
bagi mu yang memberanikan diri untuk
memikul beban yang lebih besar
daripada kemampuannya.

21
Mei
11

D U I T

Banyak orang yang hari ini hatinya berisi pertanyaan yang tak terjawab

Merasa khawatir dengan kebaikan masa depannya

Yang sebetulnya jiwa-jiwa baik

Yang do’anya sudah diambang pemenuhan

Siapa lagikah yang paling pantas dijawab do’anya?

Selain dia yang lelah bekerja keras dalam kejujuran

Setia kepada keluarganya

Dan selalu berupaya menggembirakan orang lain?

S. A. B. A. R. L. A. H.

Do’amu akan terjawab.

Insyaallah..

Allah bagaimana prasangka hambanya..

21
Jan
11

tegas itu penting

Ketegasan adalah kualitas hati
yang dirindukan oleh orang yang
telah lama membiarkan dirinya
terlantar di antara keraguan
dan ketakutan.

Orang yang tidak tegas memilih
tindakan yang baik baginya,
sesungguhnya sedang tegas
membiarkan dirinya tersiksa
dalam keraguan dan rendahnya
rasa hormat terhadap diri sendiri.

Bertindaklah dengan sebaik-baiknya niat.

Jika salah, perbaiki.

Tapi tegaslah bertindak.

(MT)

20
Jan
11

ujian datang dititik terlemah

Allah SWT akan senantiasa menguji antum pada titik terlemah antum. Orang yang lemah dalam masalah uang, namun kuat dalam masalah jabatan dan wanita, tidak di uji dengan wanita dan jabatan. Orang yang sennatiasa mudah tersinggung dan pemarah, maka akan di uji oleh Allah dengan dipertemukan dengan orang-orang yang senantiasa membuatnya tersinggung dan marah.  Sampai ia berhasil memperbaiki kelemahannya itu dan tidak lagi mudah tersinggung dan marah. Sampai ia berhasil memperbaiki kelemahannya itu dan tidak lagi mudah tersinggung dan marah. Seorang yang senantiasa berlambat-lambat dalam dakwah karenaalasan “istri, mertua, tamu” akan senantiasa dihadapkan dengan alasan-alasan itu, “mertua datang, tamu datang silih berganti, yang akan terus menundanya untuk bersegera menghadiri liqoat dakwah, sampai ia bisa mengutamakan agenda dakwah.”

(KH. Rahmat Abdullah, Episode cinta Sang Murrobi)

 

Deteksi dini dan hati-hati

Lemah soal harta? jangan bergelimang kemewahan.

Mudah tergoda perempuan? jaga hati, seleksi tontonan dan tundukan pandangan

Tak kuat jadi pejabat? jangan terlalu merapat agar nggak terciprat syahwat dan syubhat

 

Ujian itu pasti.

Masalah sudah niscaya.

Freshkan diri, cek kondisi, barangkali Ibadaha tak lagi bergairah.

Shalat tak terasa nikmat.

Tilawah tak sembuhkan Ruhiyah.

Salah satu indikasi kelemahan iman adalah kalau tak bisa lagi menunaikan shalat dhuha (Abdullah Utsman, M. Si).

 

Mau sukses tanpa stress??

“Tunaikan Shalat Sunnah Dhuha lalu berinfaqlah semampunya.”

itu resep nyata bukan teori semata.

Buktikan saja..!

Fudhail bin Iyadh menasihatkan, “Bila engkau sulit untuk bangun di malam hari dan sulit berpuasa sunnah di siang harinya, ketahuilah engkau tengah terbelenggu oleh dosa-dosamu.”

Setiap orang akan dihukum oleh dosa yang dilakukan. Cepat atau lambat hanya soal waktu. Lebih cepat lebih baik, biar segera sadar dan mengambil pelajaran besar.

 

***New Quantum Tarbiyah

19
Jan
11

Cukuplah bila aku merasa mulia karena Engkau sebagai Tuhan bagiku dan cukuplah bila aku bangga bahawa aku menjadi hamba bagiMu. Engkau bagiku sebagaimana yang aku cintai, maka berilah aku taufik sebagaimana yang Engkau cintai.

(‘Ali bin Abi Thalib)

14
Jan
11

Peristiwa Bersejarah di Bulan Shafar

4 Shafar 656 H / 9 Februari 1258 M : penyerahan kota Baghdad kepada Hulagu Khan, panglima pasukan Tartar.

9 Shafar 656 H / 14 Februari 1258 M : Hulagu Khan memasuki kota Baghdad setelah kota itu diserahkan tanpa syarat.

9 Ahafar 656 H /  8 Januari 1979 M : Revolsi iran di bawah Pimpinan Ayatullah Khomeini.

14 Shafar 16 H / 17 Maret 637 M : Kemenangan kaum Muslimin atas Persia di bawah Pimpinan Sa’ad bin Abi Waqqash.

27 Shafar 859 H / 15 Februari 1455 M : wafatnya Shalahuddin Al-Ayyubi, pembebas baitul Maqdis dari tangan salibis.

29 Shafar 11 H / 24 Mei 632 M : Pengangkatan Usamah bin Zaid sebagai Panglima Perang Rasulullah SAW.

 

***Edisi 012/Al-Intima/Lamhah Tarikhiyyah

 

Peristiwa Awal Shafar bagi ku :D , check it out :

1 Shafar 1432 H / 6 Januari 2011 : “Panggilah saudaramu dengan panggilan yang baik dan panggilan yang ia sukai” insyaallah dia akan senang n_n (sudah ku tunaikan kan.. n_n ).

4 Shafar 1432 H / 9 januari 2011 : sapedahan ke WarBan, luar biasa banyaik Jackpot pas pulangnya n_n berangkat jam 8.oo pulang ke rumah jam 11.30. Dan malamnya kembali tour pake sapedah lagi bersama tim sapedah “CarTil” dan “WarBan” edisi popotoan bandung di malam hari berangkat jam 16.30 pulang jam 21.30 skalian makan malam di “C’mar” jalan Naripan deket jembatan Cikapundung abis 12rebu menu kentang, tempe tepung, bihun goreng dan jus stoberi :D

12
Jan
11

galau?? n_n

Dalam galaumu, ketahuilah

Engkau tak mungkin
menemukan yang tidak kau cari.

Bagaimana engkau akan
menemukan jalan keluar,
jika hati dan tuturmu
hanya untuk mengeluh?

Mengapakah hati dan
pikiranmu tak berpeluh
bersama tubuhmu
dalam pekerjaan yang berguna?

Jika kebahagiaan yang kau cari,
setialah kepada yang benar.

Jika kesejahteraan yang kau bangun,
jadilah pribadi yang menguntungkan sesama.

(MT)




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.