19
Des
09

Mewaspadai 5 Rintangan Internal

(M. Indra Kurniawan)

Yusuf Qaradhawi dalam bukunya al-Hall al-islami : Faridhatun wa Dharuratun, menjelaskan tentang penghalang dan rintangan yang menjadi duri untuk mencapai sasaran dan tujuan gerakan perubahan. Ada banyak faktor, salah satunya adalah faktor internal, rintangan dari dalam komunitas pengemban perubahan itu sendiri. Beliau menyebutkan rintangan ini sebagai rintangan yang sangat berbahaya diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Perbedaan pemahaman, sikap dan tujuan

Yang dapat menghancurkan bangunan kesatuan pemikiran dan perasaan, moral dan sikap pergerakan. Ini merupakan awal kegagalan dan keruntuhan, serta memberi jalan bagi musuh untuk menerobos serta menghancurkan dari dalam. Inilah yang dilarang Allah dan RasulNya.

“Dan taatlah kepada Allah dan RasulNya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar’ (QS. Al-Anfal:46)

Karena itu, pendiri gerakan Islam Modern, Hasan Al Banna sering memperingatkan pengikutnya tentang perbedaan dan perpecahan, “Saya tidak mengkhawatirkan serangan musuh kalian, tetapi saya mengkhawatirkan sesuatu yang berasal dari diri kalian sendiri. Saya tidak mengkhawatirkan kalian dari serangan Inggris, tidak Amerika, Rusia dan lainnya. Saya hanya khawatir dalam diri kalian ada dua perkara :

  • Pertama, jiwa yang kosong dari mengingat Allah, sehingga Allah menjauhi kalian
  • Kedua, kalian berpecah belah tentang urusan yang ada pada kalian. Janganlah kalian bersepakat, kecuali setelah hilangnya kesempatan untuk berselisih.”

2. Cinta Dunia

Ini akan membuka lorong-lorong setan, jin dan manusia dan akan menerobos ke dalam hati para penjuru da’wah lalu memasukkan mereka ke dalam permainan jabatan dan kesibukan mencari dunia. Rasulullah SAW telah mengingatkan tentang penyakit wahn yang dapat melemahkan setiap individu umat, “Akan dating suatu masa kepada kalian dimana bangsa-bangsa akan memperebutkan kalian layaknya memperebutkan makanan yang dihidangkan.” Rasul ditanya : “Apakah jumlah kita pada saat itu sedikit ya Rasulullah?”, rasulullah menjawab: “bahkan jumlah kalian pada saat itu banyak, akan tetapi banyaknya kalian seperti buih di lautan, dan telah tertanam dalam diri kalian al-wahn (kelemahan).” Nabi ditanya:”Apakah Al-wahn ituwahai rasulullah?” Rasulullah menjawab:”Cinta dunia dan takut mati.” (HR. Abu Dawud)

3. Cinta pujian/gila popularitas

Senang unjuk diri dan menampakkan kekuatan. Qaradhawi mengatakan, anggota gerakan Islam yang seperti ini tidak akan mau bergerak kecuali ditempatkan di bagian inti atau di barisan terdepan. Ia bergerak untuk mencari ketenaran dan sanjungan. Ini adalah malapetaka bagi gerakan perubahan. Seharusnya siapapun menyadari, kadangkala orang yang berambut kusut dan using serta tidak memperhatikan dirinya sendiri lebih mulia menurut Allah, karena kebaikan-kebaikan yang dilakukannya dengan ikhlas. Kemenangan seringkali dapat diraih berkat bantuan prajurit yang dikenal public. Rasulullah bersabda,”Bahwasannya Allah SWT mencintai orang yang senantiasa berbuat baik, bertaqwa, dan bersembunyi dalam kebaikannya. Jika hadir, mereka tidak diketahui, jika tidak hadir, orang-orang tidak merasa kehilangan.”

4. Bersikap ekslusif

Sikap ini jelas menjadi rintangan besar bagi proyek perubahan. Antara aktivis dengan masyarakat seolah ada dinding pemisah sehingga menyebabkan masyarakat curiga dan menganggap aktivis sebagai kelompok sesat dan merusak.

5. Sikap jumud

Maksudnya mematenkan satu metode dalam pergerakan da’wah, padahal metode itu sudah melemah pegaruhnya. Seharusnya sebuah gerakan da’wah mampu bersikap fleksibel dalam sarana, uslub, dan bentuk da’wah, karena itu merupakan bukti semangat, segarnya pemikiran, keluasan wawasan, dan kelapangan jiwa. Inilah yang mampu melawan dan memperdaya musuh-musuh da’wah. Metode dan uslub harus sesuai dengan perkembangan zaman, tentu dengan tetap memperhatikan nash dan kaidah Islam. Dunia telah berubah, kehidupan telah berkembang, dan sesuatu yang ada pada zaman dahulu tidaklah selalu sesuai dengan apa yang ada sekarang.

Iklan

2 Responses to “Mewaspadai 5 Rintangan Internal”


  1. 1 gantina
    Desember 19, 2009 pukul 5:51 am

    bersikap ekslusif, iya nih.
    kalo dalam bahasa matematika: terdapat ikhwah yang ekslusif.

    cukup ga?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: