27
Apr
10

Mengapa harus kata jatuh yang berada di depan kata cinta??

Apakah cinta memang selalu identik dengan musibah dan malapetaka??

Mengapa harus kata mati yang berada di belakang kata cinta??

Apakah cinta memang selalu menghadirkan segumpal lara dan setetes air mata??

Sejumlah kisah..

Sejumlah peristiwa..

Lahir dan tumbuh bersama cinta..

Tak jarang terdapat luka disetiap akhir cerita..

Ya..

Luka yang teramat pedih..

Luka yang berakhir dengan tangisan pilu dan kesedihan abadi

Untukmu..

Wahai muslimah..

Yang bersentuhan dengan kesedihan akan cinta

Selalu ada jalan terbentang

Selalu ada kemungkinan untuk menang

Jangan terlalu larut dalam kesedihan

(La Tahzan, Broken Heart for Muslimah/ Asma Nadia)


2 Responses to “”


  1. April 28, 2010 pukul 4:33 am

    dari pada jatuh, mending kita bangun ^_^

    BANGUN CINTA

    • April 29, 2010 pukul 2:08 am

      hayuu..
      jatuh mah sakit,
      mari bangun..
      bangun cinta karena-Nya.
      kerinduan menanti keridhoan🙂
      InsyaAllah..
      Mastatho’tum..
      Faidza Azzamta Fatawakkal ‘Alallah..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: