20
Mei
10

Pernikahan Putri Rasul

Pada saat Rasulullah menikahkan putri kesayangannya, Fathimah dengan Ali, beliau memanggil Abu Bakar, Umar, Utsman, Usamah untuk membantu membawa perkakas rumah tangga ke rumah baru putrinya tersebut. Mereka membawa penggiling tepung, kulit yang telah disamak, dan bantal yang isinya terbuat dari serabut. Abu Bakar menangis melihat keprihatinan ini dan bertanya kepada Rasulullah, “Wahai Rasul, inikah perabot rumah tangga Fathimah??”

“Wahai Abu Bakar, ini sudah banyak bagi orang yang hidup di dunia.”

Fathimah keluar sebagai pengantin. Ia mengenakan pakaian yang terbuat dari kulit kambing. Pakaian itu telah berlubang dan ditambal hingga ada dua belas tambalan. Beliau menggiling gandum dengan tangannya, membaca Al-Qur’an dengan lidahnya, menafsirkan dengan hatinya, berjalan dengan kakinya, menangis dengan matanya. Ya, itulah Fathimah, putri Rasulullah, putri seorang Nabi sekaligus pemimpin Negara. Bagaimana dengan putri-putri di zaman sekarang? Mereka bermain musik dengan tangannya, menggunjing dengan lidahnya, mencintai dunia dengan matanya. Pada saat Nabi hendak pulang dari rumah Fathimah, Fathimah mengambil bantal yang menjadi perabot rumahnya dan selimut yang ia tenun dengan tangannya sendiri. Ia mengutus seorang budak dan berkata, “Katakan kepada Abu Bakar, kemi telah mengetahui apa yang ia lakukan untuk ayah kami. Kami tidak mempunyai apa-apa selain bantal yang diberikan oleh Ayah dan selimut ini.”

Budak itu pun pergi menuju rumah Abu Bakar Siddiq dan berkata, “Assalamu’alaika wahai Abu Bakar. Fathimah, putri Rasulullah menyampaikan salam untukmu dan mengatakan terimakasih atas bantuan yang kau berikan. Beliau tidak mempunyai apa-apa selain bantal dan selimut ini.”

Abu Bakar menjawab, “Wa’alaiha salam.” Lalu ia mengambil selimut itu dan mengenakannya tanpa menjahitnya terlebih dahulu. Ia hanya menusuknya dengan duri-duri kurma agar tidak tersingkap. Dengan tergesa-gesa ia menuju rumah Rasulullah karena sudah ingin sekali memandang wajah beliau. Ia berjalan kaki tanpa mengenakan alas kaki. Sementara itu malaikat Jibril turun dan menemui Rasulullah dengan mengenakan selimut yang ditusuki duri-duri kurma sebagai ganti jarum untuk merekatkannya agar tidak tersingkap.

Melihat hal ini Rasulullah terkejut dan berkata, “Hai Saudaraku, Jibril, mengapa kamu datang dengan berpakaian seperti itu?” malaikat Jibril menjawab, “Semua penduduk langit berpakaian seperti ini karena menghormati Abu Bakar dan ingin menirunya. Wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah mengirimkan salam kepadamu dan katakanlah kepada Abu Bakar, apakah Engkau ridha kepada-Ku sebagaimana Aku ridah kepadamu?” Rasulullah mengabarkan hal itu kepada Abu Bakar. Abu Bakar menangis dan berkata, “ya Allah, aku ridha kepada-Mu dan Engkau ridha kepadaku, tiga kali.”

“Wahai Abu Bakar, ini sudah banyak bagi orang yang hidup di dunia.”

Iklan

7 Responses to “Pernikahan Putri Rasul”


  1. Mei 20, 2010 pukul 10:23 pm

    subhanalloh, telah ada teladan yg harus kita contoh,,,semoga alloh berikan akhlak fatima pd wanita muslimah jaman sekarang.

  2. Mei 20, 2010 pukul 10:24 pm

    subhanalloh, telah ada teladan yg harus kita contoh,,,

  3. Mei 24, 2010 pukul 7:56 am

    kl d fb mah, jempol…
    like this

  4. Mei 24, 2010 pukul 9:16 am

    jazakillah jempol hidden nyah..

    (ko’ tentang nikha-nikah terus sih yang di psting ya, hmmm… mikir mode:on) 😀

  5. 7 yanni zulheva
    April 1, 2012 pukul 8:16 am

    Ya Allah ridhoi aku supaya mensyukuri nikmatMu…….dan menauladani Fatimah Azzahra untuk memasuki syurgaMu…..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: