27
Mei
10

Memaknai kembali hadits masyhur, hadits pertama dalam kumpulan hadits arbain

Semakin tergerus,
Ya begitulah keseharian kita,.
Aktivitas kita akan semakin menggerus semangat dan orientasi kita…
Sandungan-sandungan kecil mungkin akan hanya
Menghilangkan 1 nilai dari dari nilai-nilai semangat dan orientasi kita,…
Dan sandungan-sandungan akan meninghilangkan puluhan ratusan
Bahkan menghapuskan seluruh semangat dan orientasi

Sandungan-sandungan itu terkadang berbentuk kemalasan,
Sandungan-sandungan itu terkadang berbentuk ketakutan-ketakutan,
Sandungan-sandungan itu terkadang berbentuk kekhawatiran-kekhawatiran,
Sandungan-sandungan itu terkadang berbentuk kekecewaan pada orang lain,
Sandungan-sandungan itu terkadang berbentuk Ghil/ kedengkian pada orang lain,
Sandungan-sandungan itu terkadang berbentuk kritikan atau cacian dari orang lain,
Dan masih banyak lagi wajah dari sandungan-sandungan itu,

Lalu berapa nilai semangat dan orientasi kita sekarang?
Cukup banyakkah untuk menjadi bekal menghadapi sandungan-sandungan yang akan datang?
Tidak cukup kawan!
Tidak cukup hanya dengan mempunyai nilai sepuluh seratus atau hanya seribu nilai semangat,
Sandungan-sandungan itu terlalu banyak!
Ia akan menghapus nilai semangat dan orientasi yang hanya seribu apalagi hanya sepuluh!

Perlu sejuta, puluhan juta, ratusan juta bahkan milyaran nilai semangat dan orientasi yang kita punya.
Agar kita dapat tetap dalam aktivias yang kita jalani sekarang,…
Kumpulkan sebanyak-banyaknya alasan :
MENGAPA SAYA HARUS TETAP BERADA DI JALAN INI?

(RF Khalid)


2 Responses to “Memaknai kembali hadits masyhur, hadits pertama dalam kumpulan hadits arbain”


  1. Mei 27, 2010 pukul 7:13 am

    Assalamu ‘alaikum mas,

    Saya abis mampir di BLog mas, wahh.. sangat bagus dan bermanfaat apalagi seperti pemula kayak saya.
    Dan betapa senangnya apabila mas, mau juga mampir di BLog saya yang sangat sederhana.. hehe 😀

    Ini alamat blog saya http://baru2.net

    Salam kenal,
    Dedy Kasamuddin

  2. Mei 27, 2010 pukul 7:16 am

    wa’alaykumussalam wrwb.

    mas??
    weyy..weyy… saya akhwat, bukan ikhwan…

    (haduuuhhh…kesekian kalinya dipanggil mas sama orang-orang.. jelmaan akhwat tulen kaya gini, di panggil mas..hhhh…)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: