24
Jun
10

Engkaulah yang tercantik di mataku

karena engkaulah yang ter CANTIK dimataku

…………………………………………………………
salah satu kebarokahan Pernikahan adalah
merasakan sejuta rasa tentang Cinta
dan itu tak bisa di bayangkan orang-orang yang belum menikah

disinilah perkataan Nabi saw
menemukan pembenarannya
sebaik-baiknya lelaki, adalah yang paling baik sikapnya terhadap istrinya……

maka pernikahan mengejewantahkan itu semua
merespekkan akan rasa
cinta itu sendiri

selalu pasti ada
cemburu,
marah,
sedih,
kesal,
manja,
rindu,
gairah……

semua rasa itu terbingkai dalam keridhoan akan cinta Rabb kita
karena orang yang belum menikah
dilarang merasakan itu semua
HARAM….

Lalu peranan suami
menarasikan sikap
di hadapan istri
ketika cemburu
maka biarkan cemburunya tumpah
lalu sapa dia dengan sepotong es krim

jika istrimu marah dan acuh tak acuh padamu
sapa dia dengan engkau memandikan anakmu
mencuci piring atau baju di rumah

jika istrimu kesal
maka diam adalah solusi mendinginkan suasana

jika istrimu menangis
maka peluk dirinya
dan katakanlah engkau yang salah
walau kadang hakikatnya tidak seperti itu selamanya

Jika istrimu dilanda rindu padamu
maka memberikan parfum lembut
sambil berkata
“Cinta nanti malam di pakai ya, sambil tersenyum penuh jiwa”

Itu semua adalah bahasa-bahasa
untuk memekarkan cintamu

itu semua adalah
bahasa suami
bahasa pecinta sejati

hingga di mata kita
hanya dirinya
hanya istri kita
yang tercantik di mata kita

hingga ketika rambut ini memutih
atau kulit ini mengkeriput
cinta ini tak larut dimakan usia

hingga perjalanan ke surga
hanya tinggal menunggu waktu

“cinta ….
Engkaulah yang tercantik di mataku”

**(hamzah)


4 Responses to “Engkaulah yang tercantik di mataku”


  1. Juli 6, 2010 pukul 6:17 am

    Ya ampuun.. Dr sudut pandang bagaimana suami bersikap ya..? Saling mengerti mungkin bisa merangkum ya, teh. Karena kecintaan bisa jd sebuah siklus, perlu diperjuangkan, oleh kedua belah pihak, sehingga bisa ‘lelah’ bersama =))

  2. Juli 6, 2010 pukul 6:23 am

    Cinta, cemburu, rindu, gairah, dll itu ‘rasa’. Manusia, fitrahnya mempunyai ‘rasa’. Dalam konteks pernikahan, lajangers pasti punya ‘rasa’ yg berbeda. ‘Rasa’ ini sebuah energi, percaya kan? Inget hukum kekekalan energi? Manusia tdk bs menghindar, tp kita dpt mengubah bentuknya =))


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: