10
Des
10

Tarbiyah Menyejarah

Semua itu mengungkapkan kebingungan mematikan, yang tiada ketenangan dan kedamaian didalamnya. Mengungkapkan keadaan jenuh yang telah mencapai titik terendah.. Dijadikan dunia ini indah bagi mereka, lalu mereka berhenti pada batasnya, terantuk, tak kuasa menembusnya (Sayyid Quthb)

 

…Tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan dan kedurhakaan..” (QS. Al-Hujurat : 7)

 

Hari itu, anak beranak, Ibrahim dan Ismail menyelesaikan tugas peradaban mereka, membina dan meninggikan dasar-dasar Baitullah. Mereka berdua, dengan peluh yang belum terseka pada terik pandang pasir yang memeras keringat, menengadahkan tangan. Do’a yang sederhana. Meminta agar amal-amalnya diterima. Do’a yang tawadhu. Memohon petunjuk untuk beribadah dalam ridhonya. Do’a yang menyejarah. Memohon kesinambungan peradaban untuk suatu ummat yang terus mendengar ayat-ayatNya, mempelajari kitab dan hikmah serta mensucikan dirinya.

Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka seorang Rasul dari kalangan mereka, yanga akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al Hikmah serta menyucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al-Baqarah : 129)

Do’a itu terjawab. Dengarlah ketika Allah mengingatkan pewaris-pewaris Ka’bah yang membanggakan Ibrahim namun meninggalkan jalannya itu dengan sebuah kalimat yang abadi…

3 langkah yang dilakukan Rasulullah untuk merevolusi masyarakat jahiliyah, masyarakat yang berbeda dalam kesesatan nyata menjadi guru dunia :

Pertama, Tilawah : membacakan ayat-ayat Allah

Kedua, Tazkiyah : mensucikan

Ketiga, Ta’lim : mengajarkan

 

Secara sederhana, sering menyebut 3 hal dari do’a Ibrahim, ijabah Allah, dan langkah-langkah pembinaan Rasulullah itu dengan satu kata ringkas : Tarbiyah.

Syaikul Azhar Ali Abdul Halim Mahmud menyebut Tarbiyah sebagai cara ideal dalam berinteraksi dengan fitrah manusia, secara langsung maupun tidakk, untuk memproses perubahan dalam diri manusia menuju kondisi yang lebih baik. Proses itu harus menyentuh seluruh aspek kehidupannya meliputi ruh, akal dan jasmaninya.

Setelah lama kaum muslimin ‘sekedar menikmati’ peradaban yang dibangun dengan pendahulu dengan jalan Nabawi itu, abad ke-20 menyaksikan penggalian kembali nilai tarbiyah sebagai konsekuensi sampainya mereka dititik terbawah kemerosotan.

Saat itu, cuaca peradaban sedang suram diseluruh dunia islam. Mentari benar-benar telah terbenam setelah kabut yang menggulungnya beradab lamanya sempurna menjadi malam dengan senja yang tertanduk syetan. 4 tahun setelah 1924, tahun yang dikenang Taqiyyudin An Nabhani dan pergerakan Hizbut Tahrir sebagai tahun runtuhnya khilafah, di Mesir, purnama itu mulai mengintip malu dari balik awan. Lelaki itu, Hasan Al Banna, membuat sebauh keputusan menyejarah diusianya yang ke-22. Al Ikhwan Al Muslimun. Pergerakan yang core-nya ia desain menurut do’a Ibrahim, sesuai ijabah ilahi dan langkah-langkah Nabawi. TARBIYAH.

Umar At Tilmisani, penerus ketiga, menyebut sistem tarbiyah ini dalam membangkitkan kejayaan islam akan menjadi jalan yang sangat panjang tapi tercepat, butuh waktu lama tapi terjamin hasilnya dan pelu banyak pengorbanan namun terjaga ashalahnya. Karakteristik da’wah para Rasul.

 

Gerakan yang didirikan Hasan Al Banna, tarbiyah memiliki :

Pertama, kata Rabba, Yarbuu : tumbuh

Tarbiyah menumbuhkan seseorang dari kekanakan ruh, akal dan jasad menuju kematangan dan kedewasaan masing-masing. Ruh yang dewasa, akal yang dewasa, dan jasad yang dewasa untuk memetakan diri, menyikapi masalah-masalah dan mengemban tugas-tugas. Tarbiyah adalah sebuah Improvement.

Kedua, kata Rabiya, Yurbii : berkembang

Tarbiyah mengembangkan manusia muslim dalam kemampuan-kemampuan yang dibutuhkannya menjalani kehidupan. Ia dalam tugasnya sebagai Abdullah yang beribadah kepada Allah dan sebagai khalifah yang akan mengelola bumi seisinya di-train untuk memiliki kompetensi yang dikembangkan dari potensi-potensi yang telah dikaruniakan Allah kepadanya. Setelah mengajaknya mengenali potensinya, ia mengajak mengembangkannya. Tarbiyah adalah Development.

Ketiga, kata Rabbaa, Yarubbuu : memberdayakan

Ia telah tumbuh dan berkembang, harus diarahkan untuk berdaya guna. Islam memanggil manusia-manusia muslim untuk membuktikan keunggulannya. Islam menghendaki agar sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat , paling besar daya guna dan kontribusi bagi dunia. Tarbiyah adalah Empowerment.

 

Kerangka kerja peradaban Anis Matta, tarbiyah adalah :

Pertama, Afiliasi

Mengisyaratkan agar da’wah mengembalikan keberpihakan ummat kepada agamanya. Pemahaman terwaris itu harus diubah menjadi pemahaman yang diperoleh dalam keterbimbangan. Keislaman itu harus memiliki akar yang tidak mudah tercabut dari hati. Bangunkan ketertiduran itu. Padanya ada kerja-kerja tarbiyah. Membacakan ayat Allah, mensucikan hati, dan mengajarkan apa-apa yang akan menjawab pertanyaan dan kebutuhan.

Kedua, Partisipasi

Kerja-kerja untuk melepas individu muslim yang kokoh afiliasinya terhadap islam ke tengah masyarakat. Ia yang shalih, akan menjadi seorang mushlih, mendistribusikan keshalihannya ditengah masyarakat. Ia menjadi bagian, sekaligus inti keras yang akan menguatkan masyarakat. Padanya ada kerja-kerja tarbiyah. Menumbuhkan, mengembangkan, dan memberdayakan.

Ketiga, Kontribusi

Memastikan agar tiap individu muslim yang berpartisipasi itu mencapai taraf optimal dalam memberikan kontribusi bagi islam. Salah satu sumber kekayaan masyarakat islam adalah kkeunikan individual dari masing-masing manusia muslim, yang apabila potensi-potensi itu tertuang secara penuh dan membentuk suatu muara islam yang sinergis, sebuah gelombang peradaban yang dahsyat akan segera menggemuruh membelah sejarah. Padanya ada kerja-kerja tarbiyah. Menyentuh seluruh aspek kehidupan. Ruhnya, akalnya dan jasadnya.

 

Akan ada waktu kiranya dimana umat manusia akan sulit membedakan antara pesona kebenaran islam, dengan pesona kepribadian muslim. Tentu dengan satu kata awal yang menyejarah itu.

T. A. R. B. I. Y. A. H.

 

***Memintal Seutas Benang/Saksikan Bahwa Aku Seorang Muslim/Salim A Fillah


0 Responses to “Tarbiyah Menyejarah”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: