17
Des
10

flashback

jum’at 17 desember 2010 @12.00

Hari ini kerjaan masih banyak , tapi ya Allah, ngantuk sekali, lagu yang di dengar lewat earphone pun sudah tidak mempan lagi. Akhirnya mencoba untuk menghindar sejenak dari yang namanya komputer walopun baru di kasih kompi set baru dari bos tapi ga ngefek kalo udah ngantuk, hhh…

Saat mata ini susah di ajak kompromi lagi,  ngantuk berat karena sudah beberapa hari ini setiap malam harus terjaga dari tidur, tapi karena saking seringnya begadang, akhirnya jadi habbit juga 😀

Dengan jalan-jalan di ruangan sejenak, mondar-mandir sana sini, mata pun melirik ke lemari buku, tanganpun berjalan diantara buku-buku itu..dan..terpilihlah satu buku, bibir ini pun tersenyum, lucu sendiri membaca judul bukunya, “Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan”, ya buku yang sangat fenomenal di kalangan kami (*aktivis da’wah -panggilan mereka-), waktu itu dulu saat masih tingkat satu.

Hanya sekilas di baca, ada beberapa text yang ku suka, chech it out :

dari kekanakan yang menajam dan kedewasaan yang menjanin

 

Bukanlah disebut pemuda

Ia yang berkata inilah ayahku

Tetapi adalah pemuda

Ia yang berkata, ini diriku

(‘Ali ibn Abu Thalib ra)

 

Mintalah fatwa kepada hatimu. Kebaikan itu adalah apa-apa yang tenteram jiwa padanya, dan tenteram pula dalm hati. Dan dosa itu adalah apa-apa yang syak dalam jiwa, dan ragu-ragu dalam hati, meski orang-orang memberikan fatwa kepadamu dan mereka membenarkannya. (HR. Muslim)

 

suka dengan “cinta kita cinta sehat” n_n

 

Demi Allah, tidaklah aku melupakanmu

Walau mentarikan terbit meninggi

Dan tidaklah terurai air mata merpati itu

Kecuali berbagi hati

Tak pernah kudapati orang sepeertiku

Menceraikan orang seperti dia

Dan tidaklah orang seperti dia

Dithalaq karena dosanya

Dia berakhlak mulia, beragama dan bernabikan Muhammad

Berbudi pekerti tinggi, bersifat pemalu, dan halus tutur katanya

 

“Wahai Muhammad, hiduplah sesukamu tapi kau pasti mati. Berbuatlah sekehendakmu tapi kau pun pasti dibalas. Dan cintailah siappaun yang kau mau tapi engkau pasti berpisah dengannya.” (HR. Thabrani)

 

Alangkah seringnya

Mentergesai kenikmatan tanpa ikatan

Membuta detik-detik di depan terasa hambar

Kelezatan itu akan hilang

Dari orang yang terpenuhi tuntutan syahwatnya yang haram

Yang tersisa hanyalah dosa dan hina

Belajar dari ahli puasa

Ada dua kebahagiaan baginya

Saat berbuka dan saat Allah menyapa lembutnya memberikan pahala

Inilah puasa panjang syahwatku

Kekuatan ada pada menahan

Dan rasa nikmat itu terasa, di waktu buka yang penuh kejutan

Coba saja (belum nyoba sesungguhnya, insyaallah.. 🙂 )

Kalau Allah yang menghalalkan

Setitis cicipan surga

Kan menjadi shadaqah dan pahala..

 

ini hanya refleksi dari rasa ngantukku saja. Alhamdulillah ngantuk pun ternyata masih terasa walopun sedikit karena buku ini, buku karangan-karangan  Pak Salim A Fillah memang dahsyat, luar biasa keren, luar biasa ngomporinnya 😀

Dan..

Yakinkan aku tentang itu, tuan…!

jadikan kami ridho akan ketentuanMU ya Robb

Wataqullah mastatho’tum kul amantu billah tsumastaqom

 

Sip. Back to Work… n_n

 

 

Iklan

0 Responses to “flashback”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: