17
Jun
11

Kapan terakhir kali menitikkan air mata???

“Tidak ada mata berderai kecuali di belakangnya ada hati (yang hidup).” (Ali bin abi Tahlib ra)

Rasulullah bersabda “Tidak akan masuk neraka laki-laki yang menangis karena takut kepada Allah, hingga air susu bias kembali ke kambingnya.” (HR. Tirmidzi)

Sungguh air mata yang menetes karena takut kepada Allah adalah obat dan kesembuhan bagi jiwa. Menangis adalah ungkapan hati yang bersih. Dia adalah bahasa yang tidak dikanali kecuali orang-orang yang memiliki hati bercahaya. Dia adalah keberkahan yang dimiliki seorang yang beriman, dan keselamatan bagi orang-orang yang punya rasa takut akan kebesaran Rabbnya.

Tertahannya air mata karena :

1.   Tertahan karena jauh dari sisi Allah SWT

Tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan dari Allah, pada hari dimana tidak ada naungan kecuali naungan-Nya…dan laki-laki yang menyebut Allah dalam kesendiriannya lalu berlinanglah air matanya.” (HR. Bukahri dan Muslim)

2.  Tertahan karena jarang bersentuhan dengan Al-Qur’an

Rasulullah SAW bersabda “Sesungguhnya hati itu bias berkarat sebagaimana besi berkarat.” Sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah SAW apakah pembersihnya?” beliau menjawab, “Mengingat mati dan banyak membaca Al-Qur’an.”

Ibnu Mas’ud berkata “Carilah hatimu dalam tiga tempat : ketika mendengarkan Al-Qur’an, dalam majelis-majelis dzikir, dan di saat-saat kesendirian. Jika kamu tidak mendapatinya di tempat-tempat itu, maka mintalah kepada Allah untuk dianugerahi karena sesungguhnya kamu tidak memiliki hati.”

Aisyah ra menambahkan kisah lain tentang ayahnya itu, “Ketika Rasulullah SAW sakit dengan penyakit yang membawa kepada kematian beliau, Bilal dating dan meminta izin agar beliau mau memimpin shalat. Lalu beliau bersabda, “Suruhlah Abu Bakar, hendaklah dia yang memimpin shalat.” Aku berkata, “Sesungguhnya Abu Bakar adalah laki-l;aki yang gampang bersedih.” “Abu Bakar adalah laki-laki yang gampang menangis. Dia tidak dapat menahan air matanya jika membaca Al-Qur’an. Jika ia berdiri di tempatmu, ia akan menangis dan tidak sanggup membaca (ayat-ayat Al-Qur’an)”. (HR. Bukhari dan Muslim)

3.  Tertahan karena terlalu banyak tawa dan canda

Tertawa, bagi seorang mukmin yang shalih, bukanlah sesuatu yang iab. Ketaatan tidak menghalangi siapapun untuk tertawa. Siapapun boleh tertawa. Sebab Rasulullah SAW, manusia paling mulia itu pun, tertawa dan bersenda gurau dengan sahabat-sahabat beliau.

Tertawa dan canda tidak dilarang. Tapi tidak disukai jika berlebihan. Kata Rasulullah SAW, banyak tertawa dapat melenyapkan fungsi hati, mengubahnya dari hidup menjadi mati, merusak sensitifitasnya menjadi jumud, dan karena itu mata tak mampu untuk menangis

4.  Tertahan karena lupa akan kematian dan hari kiamat

Hidup ini pasti akan berhenti hanya pada satu titik : kematian. Dan perjalanan ini pun pasti akan berujung pada satu pemberhentian : hari kahirta. Karena memnag tak ada yang abadi di dunia ini kecuali Sang Pencipta, dan tak ada satu manusia pun kecuali akan dibangkitkan kembali seperti keadaannya semula.

Ketika Rasulullah SAW mendapati putra tercintanya, Ibrahim, meninggal beliau pun menangis. Anas bin Malik ra berkata, “kami bersama Rasulullah SAW mendatangi Abu Saif yang (istrinya) telah mengasuh dan menyusi Ibrahin (putra Nabi SAW). Lalu Rasulullah SAW mengambil Ibrahim dan menciumnya. Kemudian setelah itu, pada kesempatan yang lain kami mengunjunginya sedangkan Ibrahim telah meninggal. Hal ini menyebabkan kedua mata Rasulullah SAW berlinang air mata. Lalu berkatalah Abdurrahman bin Auf ra kepada Beliau, “Mengapa engkau menangis, wahai Rasulullah (padahal engkau melarang kami)?” Beliau menjawab, “Wahai Ibnu Auf, sesungguhnya ini adalah rahmat (tangisan kasih sayang).” “Kedua mata boleh mencucurkan air mata, hati boleh bersedih, hanya kita tidaklah mengatakan kecuali apa yang diridhai oleh Rabb kita. Dan kami, dengan perpisahan ini wahai Ibrahim pastilah bersedih.” (HR. Bukhari dan Muslim)

5.  Tertahan karena pergaulan yang tidak baik

Hati yang keras itu disebabkan oleh empat hal yang jika kamu melakukannya melampaui kebutuhan : makan, tidur, berbicara dan bergaul dengan orang-orang yang tidak baik.

Rasulullah SAW menegaskan bahwa seseorang itu tergantung agama teman dekatnya. Maka hendaklah setiap orang melihat dengan siapa dia bergaul dan bersahabat. (HR. Ahmad)

“Kapan saja engkau melihat dirimu lari dari ketaatan kepada-Nya menuju ketaatan kepada makhluk, atau dari menyendiri bersama Allah berpindah kepada menyendiri bersama yang lain, ketahuilah bahwa engkau tidak cocok bersahabat dengan orang itu.” (Ibnu Qayyim)

6.  Tertahan karena tidak khusyu’ dalam do’a

Hilangnya kekhusyu’an dalam do’a menjadi sebab hilangnya kekhusyu’an. Dan hilangnya kekhusyu’an pasti menjadi sebab hilangnya tangis dan linangan air mata. Rasulullah SAW berdo’a kepad Allah, memohon perlindungan dari hati yang tidak bias khusyu’. Mata memiliki hubungan yang erat dengan hati. Kebiasaan seorang menitikkan air mata karena ia memiliki hati yang perasa, sensitive dan gampang terpengaruh.

Zaid bin Arqam berkata, “Aku tidak mengatakan kepada kalian kecuali seperti apa yang dikatakan Rasulullah SAW. Beliau berdo’a, “Ya Allah ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan kemalasan, ketakutan, kekikiran, kepikunan, dan siksa kubur. Ya Allah ya Tuhanku, berikanlah ketakwaan kepada jiwaku, sucikanlah ia, sesungguhnya Engkaulah sebaik-baik Dzat yang dapat mensucikannya, Engkaulah yang menguasai dan yang menjaganya. Ya Allah ya Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak berguna, hati yang tidak khusyu’, diri yang tidak pernah puas, dan do’a yang tidak terkabulkan.” (HR. Muslim)

 

***Tarbawi edisi 235

Iklan

0 Responses to “Kapan terakhir kali menitikkan air mata???”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: