04
Jul
11

Aku bukan Dia…

Aku bukan Dia…

Yang begitu cinta pada Tuhannya

Hingga bersedia melakukan apa saja

Walau berat, walau menghabiskan tenaga

Asalkan Tuhan telah memerintahkannya

Hingga nafas meninggalkannya

 

Aku bukan Dia…

Yang begitu takut kehilangan sayapnya

Sayap yang dijanjikan Tuhan

Bagi orang yang tak lepas menjalankan

Shalat sunnah selain yang wajib

 

Aku bukan Dia…

Yang kerap bangun tengah malam

tuk meluapkan perasaan

Pada Yang Maha Mendengarkan

Juga membangunkan kawan-kawan

Biar merasakan keheningan malam

Hingga sampai keyakinan

Bahwa Tuhan mendengarkan

 

Aku bukan Dia….

Yang mampu berjalan ke penjuru bumi

Tuk jalani tugas fitri

Sebagai ibu yang dicintai

Tak tahu tenaga apa yang dimiliki

Hingga mampu menjalani

Kairo, Gontor, Sarajevo, Bogor,  Jakarta,

Serasa hanya sejarak Tangerang Yogyakarta

 

Aku memang bukan Dia….

Yang miliki cita-cita mulia

Tuk merdekakan setiap jiwa

Di tanah Palestina yang menderita

Dari penjajahan Israel yang menggila

Dia punya jutaan keberanian

Juga miliaran kesabaran

Tuk terus memberi bantuan

Dan mengajak semua tuk kirimkan bantuan

 

Ku tahu Aku bukan Dia…..

Yang selalu saja menolong sesiapa

meski harus menempuh bahaya

bagiku Dia begitu kaya

kaya akan pengalaman, dan motivasi  tuk berkarya

tak pernah kikir dirinya

Membagi harta dan ilmunya

Juga pengalaman batinnya

Kurasa Tuhan memang sangat mencintainya

Mengilhaminya dengan jutaan kebajikan

Yang menggerakkan hati banyak orang

 

Aku bukan Dia…

Yang begitu cinta tanah airnya

Membangun keyakinan dan menyebarkannya

Bahwa kita bisa mandiri

Tak tergantung pada luar negeri

Cukup beli pesawat buatan sendiri

Yang begitu meyakini

Bahwa hak asasi takkan berseberangan dengan agama

TNI berjilbab apa salahnya

Tak kan lunturkan sapta marga

 

Meski aku bukan dia, baru ku terjaga

mengapa Umar bin Khattab tak mudah menerima

berita wafatnya Rasulullah tercinta

bukan tak beriman, bukan pula tak ikhlas

Ia hanya merasa tak percaya karena sahabatnya

Masih lekat dalam hatinya

Baru ku rasa kegelisahan, meski aku bukan Umar

 

Bagiku Dia masih ada,

senyum simpulnya,

sapaannya,

langkah-langkahnya,

kerendahan hatinya,

kesederhanaannya

dan berjuta kebaikannya

 

Allah………

Meski aku tak sebaik dia

Ku beranikan diri meminta kepadaMu

Untuk menjadi saksi, bahwa

Dialah salah satu hamba terbaikMu

 

 

*ditulis dengan cinta dan do’a untuk kakanda & sahabat, alm. Hj. Yoyoh Yusroh anggota DPR RI 2009-2014 -Ledia Hanifa-

 

Iklan

0 Responses to “Aku bukan Dia…”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: